
Gedung baru sedang dibangun lagi tak jauh dari tempat kost. Siang malam non stop para tukang yang datang entah darimana bekerja berganti-ganti ber tak-tok tak-tok ria. Di selingkaran pagar seng yang menutupi lokasi pembangunan dipasang Iklan memperlihatkan gambar seorang wanita cantik bergaun malam nan indah duduk santai sambil menikmati pemandangan kota pada malam hari dari ruangan apartemennya yang mewah, jari manis di tangannya yang sedang memegang gelas anggur kelihatan memakai cincin berlian.
Kesimpulan : Para tukang itu boleh saja ber tak-tok tak-tok mati-matian, tapi gedung itu nanti bukan buat mereka, karena mereka pria, karena mereka tidak cantik dan juga bukan buat istri-istri mereka, karena mereka tak mungkin sanggup membelikan istri masing-masing cincin berlian.
Ah, peduli amat aku dengan gedung dan gambar wanita cantik itu. Yang aku pikirkan sekarang adalah, kalau nanti gedug itu selesai dibangun, maka praktis kampung tempat aku menumpang hidup ini dikelilingi gedung-gedung tinggi, dan mungkin hanya menunggu waktu sampai kampung ini punah dan menyisakan hanya kompleks gedung-gedung tinggi.
Sekarang aku berpikir-pikir. Aku, yang cuma pegawai biasa, tak mungkin bisa tinggal di kawasan ini, tak mungkin juga di radius 15 Km dari daerah ini, karena harga tanah sudah mencapai tingkat yang tak logis dan sempit pula. Maka, untuk orang yang tak punya uang untuk membelikan istrinya (kalau nanti punya) cincin berlian ini, pilihannya cuma tinggal di luar kota. Kurang lebih 3 Jam MPM dari tempat ini (MPM : Macet, Padat, merayap - red).
Celakanya, aku bekerja di kawasan ini!!
Sekarang aku memang belum punya anak, jangankan anak, istri saja belum, jangankan istri, calon istri saja belum ada (duh!!). Tapi nanti kalau aku punya keluarga lengkap, maka aku bisa membayangkan tampangku sebagai salah satu para pekerja komuter khas Jakarta, yang artinya Berangkat kerja jam 5 pagi agar bisa datang jam 8 di kantor saat anak-anak masih tidur dan emaknya masih belum mandi, dan jam 5 sore buru-buru beranjak dari kantor supaya bisa sampai di rumah jam 8 malam dengan harapan anak-anak belum tidur dan emaknya belum mengantuk.
Duh!! 6 jam habis di jalan untuk bekerja 8 jam?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar